Benar aku juga pernah hanyut dihentam
gelombang nafsu yang mencengkam hati,
Terkadang daku leka mengejar kemewahan
dunia yang akhirnya menggari diri,
Amarah jua pernah menjadi peneman setia jiwa tanpa disedari
Tapi tak selamanya aku ingin terus
tersesat,
Tak selamanya ingin ku relakan diri
terjerat,
Ingin aku hindari bisikan azazil yang tak lekang walau sesaat,
Bukan jalan kelam yang ingin ku genggam
erat
Selagi nafas masih di jasad selagi itu pintu taubat masih terbuka,
Diri ini juga sering terpalit dengan dosa,
Tapi bila sedar akan pedihnya azab di neraka,
Lantas kaki melangkah mencari redha-Nya
Selagi nafas masih di jasad selagi itu pintu taubat masih terbuka,
Diri ini juga sering terpalit dengan dosa,
Tapi bila sedar akan pedihnya azab di neraka,
Lantas kaki melangkah mencari redha-Nya
Hadirnya dirimu sahabat memberi sinar
baru,
Menuntun aku melalui kata dan semangat
baru,
Menyedarkan aku akan DIA yang menciptakan
diriku,
Mengingatkan
aku tentang siapa aku. :)

No comments:
Post a Comment